Sabtu, 09 Maret 2013

Aku iri kepadamu, Akhi fi-Llah...

Ada seorang sahabat yang saya kenal pertama kali di dunia maya yang secara fisik baru sekali kami dipertemukan Allah. Tak sungkan dan tak sulit untuk saya katakan, bahwa darinya saya banyak belajar tentang beramal dalam senyap.

Entah berapa kali dan berapa banyak dia menitipkan sebagian hartanya kepada kami agar disalurkan. Kepada orang-orang di seberang pulau yang tak pernah dia sua, namun hartanya telah sampai menyapa dan mengelus mereka.

Tak hanya majelis ilmu yang keluarga besarnya perjuangkan, sepanjang yang saya tahu selama persahabatan ini dia sudah mewakafkan diri, harta dan ilmunya di Palestina dan Suriah yang tengah membara. Tutur katanya santun, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Tiada indikasi di avatar maupun di twitnya bahwa dia sudah, sedang dan akan berjuang di tanah jihad. Tanpa avatar mujahid memanggul senjata, tanpa twit yang menggelora dan berbusa tentang bahasa pedang. Tapi nyatanya, raganya sudah pernah ke sana. Kakinya sudah berdebu menapak sabilillah. Dalam senyap, tanpa hiruk-pikuk.

Dan dalam senyap pula aku iri denganmu, akhi fillah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar