Umrah bersama keluarga kecilku, sebuah impian yang jadi nyata berkat izin Allah.
Setelah berbulan-bulan penantian alhamdulillah bisa berangkat sesuai jadual pada tanggal 21 Januari 2013. Saya berangkat bersama isteri tercinta, sepasang malaikat kecil kami: Muhammad (6 tahun) dan Miftahurrahmah (20 bulan), bibi saya dan asisten rumah tangga kami. Kami berangkat bersama rombongan Majelis Raudhatul Ghanna An-Nabawiyyah, Kandangan - Kalsel dipimpin dan dibimbing Gurunda Syaikh Syairazie Pandi. Rombongan kami ini sebanyak 160 orang.
Hari Ke-1: Senin, 21 Januari 2013
09.25 WITA: Bismillah. Pesawat B737-800 Garuda Indonesia GA533 terbang membawa kami dari Bandara Syamsudinnoor Banjarmasin (Banjarbaru tepatnya).
10.10 WIB: Tiba di Soekarno-Hatta International Airport "Jakarta" alias Cengkareng, Banten (pake tanda kutip biar orang Banten gak marah. Hehehe..)
17.45 WIB: Pesawat B747-400 Garuda Indonesia GA982 membawa kami dalam durasi perjalanan 9 jam 50 menit ke Jeddah.
22.35 (+3GMT): Alhamdulillah touchdown di King Abdul Aziz International Airport, Jeddah.
Setelah beres urusan imigrasi, di bandara sini kami mandi sunnah umrah, ganti pakaian ihram dan pasang niat/ngambil miqat untuk ibadah umrah.
Hari ke-2: Selasa, 22 Januari 2013
01.30: Keluar bandara dan menuju Makkah al-Mukarramah. Udah mulai baca talbiyah: Labbayk Allahumma labbayk.. ah, unexplainable feeling.
02.30: Setelah perjalanan pake bus selama sekitar 1 jam, masuklah kami di kota Makkah, kota paling suci bagi ummat Islam. Kota yang paling dirindukan kaum beriman, insya Allah.
Suhu udara di Makkah saat itu mirip dengan di tanah air, berkisar 16-30C. Kami menginap di Hotel Al-Banona, Ajyad. Bersebelahan dengan Hotel Le Meridien, kurang lebih 200m dari Masjid al-Haram alias deket banget. Alhamdulillah. Hotel ini milik keturunan orang Indonesia juga. Saat ngobrol (pake bahasa Indonesia), beliau bilang bahwa dia udah keturunan ke-8 yang berdomisili di Makkah
03.30: Setelah beres pembagian kamar kami berangkat ke Masjid al-Haram untuk thawaf dan sa'i (Oh ya, rukun umrah itu cuma niat/miqat, thawaf, sa'i dan tahallul/bercukur).
Baru aja nginjak halaman Masjidil Haram hati ini udah gak karuan karena bahagia, terharu, dan gak sabar pengen liat Baitullah. Bener aja, baru liat salah satu sudut Baitullah dari jauh, nangis gak bisa ditahan (nulis ini juga sambil berkaca-kaca neh. Hikkss..).
Nampang dulu setelah selesai thawaf wajib dan shalat sunnah thawaf. Mata sembab gegara nangis.
Selama thawaf, air mata juga mengalir lancar. Gak pake malu, karena ini pemandangan jamak, di sinilah tangisan membantu kekhusyu'an, merasa tiada berjarak dengan Allah Dzul Jalal wal Ikram.
Setelah thawaf kami pun bergegas melaksanakan sa'i mengingat iqamah shalat subuh sekitar 20 menit lagi. Bener aja, baru selesai 2 dari 7 kali lintasan sa'i maka iqamah subuh pun berkumandang. Berhenti dulu untuk shalat subuh sebelum lanjut menyelesaikan kekurangannya. Setelah finish sa'i di bukit Marwah, kami pun melaksanakan tahallul/bercukur.
Alhamdulillah ibadah umrah pertama pun selesai. Bahagia banget tentunya.
Kami pun kembali ke hotel dan beristirahat. Baru kerasa capeknya setelah perjalanan panjang dan cuma tidur sebentar di pesawat (itupun gak nyenyak). Pada hari ke-2 ini gak ada itenerary khusus alias acara bebas setelah melaksanakan umrah. Terserah jamaah mau istirahat atau beribadah di Masjid. Setelah istirahat sebentar di hotel sekitar waktu dhuha saya kembali ke Masjid al-Haram untuk thawaf sunnah, alhamdulillah diizinkan Allah untuk mencium Hajar al-Aswad.
Hari ke-3: Rabu, 23 Januari 2013
07.30: Hari ini kami dijadualkan untuk berziarah ke tempat-tempat yang memiliki sejarah di sekitar Masjid al-Haram. Perjalanan ziarah dipimpin langsung guru kami yang sempat diizinkan Allah untuk menuntut ilmu agama selama 18 tahun di Makkah. Kami ditunjukkan gedung bertingkat di depan Masjid al-Haram yang tadinya merupakan rumah Abu Bakr RA.
Setelah itu kami ke Darul Arqam, rumah Arqam RA dimana "madrasah" Rasulullah SAW mengajar para As-Sabiquun al-Awwaliin secara sembunyi-sembunyi pada periode pertama dakwah Beliau SAW. Di sini pula Umar bin Kahththab RA mengucap syahadat. Sekarang situs ini sudah tidak ada lagi dan menjadi bagian perluasan Masjid al-Haram di dekat Bukit Shafa.
ex situs Daarul Arqaam
Di seberang Darul Arqam ini ada sebuah bukit yang di sanalah tadinya Nabi Ibrahim AS menyeru manusia untuk berhaji/umrah setelah selesai membangun kembali Ka'bah Baitullah bersama putera beliau, Nabi Ismail AS. Sekarang di atasnya berdiri istana raja.
| Di sebelah kanan gambar ini bukit tempat Nabi Ibrahim menyeru. |
Ziarah berlanjut ke rumah kelahiran Baginda Rasulullah SAW. Bangunan asli tentu saja sudah tidak ada lagi. Sekarang berfungsi sebagai perpustakaan. Beberapa puluh meter dari sini ada terowongan yang tadinya di sana perkampungan Bani Hasyim, klan Rasulullah SAW.
| Rumah kelahiran Rasulullah SAW yang telah berubah bentuk dan fungsi. |
| Terowongan ini tadinya perkampungan Bani Hasyim.. |
Nah, sekarang sampailah di ex situs rumah Rasulullah SAW dan Ummulmu'min Khadijah RA. Sekarang sudah tidak ada bekasnya sama sekali kecuali berupa lantai marmer yang menggunduk sedikit lebih tinggi daripada lantai lainnya. Sekarang termasuk dalam areal halaman belakang Masjid al-Haram.
| ziarah di lokasi rumah Rasulullah SAW dan Siti Khadijah RA |
Beberapa meter dari rumah Rasulullah SAW ada sebuah jalan kecil yang biasa di kampung kami terkenal dengan sebutan Gang Batu. Syahdan di sana ada sebongkah batu yang selalu mengucapkan salam "assalamu 'alayka ya Rasulullah" setiap Rasulullah SAW melintasinya. Wallahu a'lam. Sekarang menjadi jalan akses menuju toilet dan tempat wudhu.
| Gang Batu |
Kamipun terus berjalan dan sampailah di lokasi yang tadinya berdiri sebuah masjid yang terkenal dengan sebutan Masjid Kucing atau Masjid Bendera. Sekarang masjid ini sudah tidak ada lagi karena dirubuhkan sehubungan dengan perluasan Masjid al-Haram.
Disebut masjid kucing karena banyak kucing di sana dan disebut masjid bendera karena di sanalah Rasulullah menancapkan panji saat Futuh/Penaklukan Makkah sesaat sebelum memasuki Masjid al-Haram dan menghancurkan 360 berhala di sekeliling Ka'bah Baitullah.
| lokasi ex Masjid Kucing/Bendera |
Ziarah dilanjutkan ke arah luar Masjid al-Haram. Sampailah kami di Masjid Jin. Diriwayatkan di sini
Rasulullah SAW pernah mengajarkan Islam kepada bangsa jin. Di sini pula
turun QS. Jin. Di seberang masjid ini ada pula Masjid Pohon, diriwayatkan di sana ada sebatang pohon kurma yang bersyahadat di hadapan Rasulullah SAW. Wallahu a'lam.
| Masjid Jin |
| Masjid Pohon. |
Perjalanan diteruskan ke Pekuburan Jannah al-Ma'la, biasa juga disebut dengan Ma'la saja. Jaraknya kurang lebih 700m dari Masjid al-Haram. Ma'la ini pekuburan penduduk Makkah sezak zaman Rasulullah. Di antara yang bermakam di sini adalah Khadijah RA, Asma binti Abu Bakar, Abdullah bin Zubayr RA, Imam Nawawi, Imam Ramli dll. Di sini yang diperkenankan masuk hanya jamaah laki-laki. Di makam Khadijah RA kami mencium wangi, yang kata guru kami hal itu sudah begitu adanya sejak zaman dahulu dan tidak pernah diberi minyak wangi.
| Makam Khadijah RA dari balik pagar. |
| sebagian dari pekuburan Ma'la. |
| Gerbang Ma'la |
Setelah rangkaian perjalanan ziarah hari itu kami kembali ke hotel. Tapi udah gak kuat lagi jalan kaki, naik taksi Innova borongan SR20 yang kami muati 10 orang. Hehehe.
Alhamdulillah masih sempat untuk shalat zhuhur berjamaah di Masjid al-Haram.
Ba'da Isya kami mengadakan peringatan Maulid Nabi SAW di hotel. Saat itu bertepatan dengan malam tanggal 12 Rabi'ul Awwal 1434H. Taushiyah disampaikan oleh Habib Muhammad al-Muhdhar al-Makky yang diterjemahkan oleh guru kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar